Sejarah

Direktorat Perhubungan Angkatan Darat.

Speaker 1


PERKEMBANGAN HUBAD

Kelahiran Perhubungan Angkatan Darat diawali dengan berdirinya satuan-satuan PHB pada akhir Agustus 1945 sebagai bagian dari Badan Keamanan Rakyat yang dikenal dengan sebutan BKR. Cikal bakal Satuan Perhubungan Angkatan Darat pada saat itu antara lain : PHB Barisan Buruh Indonesia yang berada di Surabaya, Badan Siaran Radio di Bojonegoro, Satuan-satuan PHB di Jogya, Magelang dan Kendal, PHB Badan Penyelidik Umum di Surakarta, Barisan PHB BKR di Bandung dan Tasikmalaya, Indonesian Republik News service di Palembang serta satuan-satuan PHB Bukit Tinggi, Padang, Medan, dan Kotaraja. Ketika pemerintah mengeluarkan dekrit tentang pembentukan Tentara Kebangsaan Indonesia yang diberi nama TKR, maka Kepala Staf Umum TKR Bapak Letjen Urip Sumoharjo segera membentuk Markas Tertinggi Tentara Keamanan Rakyat berkedudukan di Yogyakarta. Tidak lama setelah berdirinya MT. TKR maka pada tanggal 23 Nopember 1945 dibentuklah MT. PHB dibawah pimpinan Kapten Soehardi dengan kedudukan di Yogyakarta. Itulah sebabnya Hubad dengan sejarah pertumbuhannya telah menjadikan tanggal 23 Nopember sebagai hari Jadi Corps Perhubungan Angkatan Darat.

Organisasi PHB tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan TNI. Sejalan dengan itu maka pada tahun 1950 organisasi PHB yang saat itu bernama Inspektorat PHB dilikuidasi menjadi Direktorat Perhubungan Angkatan Darat (Dithubad) dibawah Markas Besar Angkatan Darat (MBAD) dengan tugas pokoknya mendukung komunikasi di MBAD. Pada tahun itu juga dibentuklah Biro “G” di bawah Dithubad, sedangkan batalyon-batalyon PHB yang berada di bawah Divisi dirubah menjadi CPHB-AD. Pada awal pembentukan Biro “G” sebagain besar personilnya berasal dari Batalyon Perhubungan Resimen Arhanud perkembangan selanjutnya pada tahun 1951 Biro “G” yang berada di MBAD dilikuidasi menjadi Batalyon Perhubungan Dithubad dan lima (5) tahun kemudian yaitu pada tahun 1956 Detasemen CPHB-AD dilikuidasi menjadi Perhubungan Komando Daerah Militer atau yang dikenal pada saat itu dengan sebutan Hubdam.

Pembentukan satuan perhubungan terus berkembang dimana pada saat TNI membentuk Komando Antar Daerah (Koanda) pada tahun 1957, maka Hubad segera menyesuaikan diri dengan membentuk satuan perhubungan Koanda Sumatera, Kalimantan dan Indonesia Timur. Selain itu, dalam rangka mendukung perhubungan pada satuan Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad), maka pada tahun 1961 dibentuklah Resimen Perhubungan Caduad yang selanjutnya berubah menjadi Gugus Perhubunan Caduad dan akhirnya menjadi Gugus Perhubungan Kostrad beserta Batalyon Perhubungan Tempur Para Kostrad.

Pasang surut perjalanan TNI membawa pengaruh pada kesinambungan organisasi Dithubad, dimana pada tahun 1969 Organisasi Dithubad dilikuidasi menjadi Pusat Perhubungan dan Jawatan Perhubungan. Sepuluh (10) tahun kemudian tepatnya pada tahun 1979, Pusat Perhubungan dan Jawatan Perhubungan di Likuidasi menjadi Jawatan Komunikasi Elektronika Angkatan Darat disingkat Jankomlek-AD. Jankomlek-AD hanya berusia sekitar 6 tahun lamanya sebab pada tahun 1985 ketika terjadi reorganisasi ABRI, maka Jankomlek-AD dilikuidasi menjadi Direktorat Perhubungan Angkatan Darat disingkat Dithubad hingga sekarang. Sebagai simbul jatidiri Hubad dan dalam rangka membangun jiwa korsa serta menumbuhkan kebanggaan prajurit, maka diciptakanlah lambang kesatuan Direktorat Perhubungan Angkatan Darat berbentuk Pataka dengan nama “Kapota Yudha” yang berarti “Merpati Perang”. Di dalam pataka Kapota Yudha tersebut, terdapat sesanti yang berbunyi “Cighra Apta Nirbhaya” dengan makna Cighra berarti cepat, Apta berarti tepat dan Nirbhaya berarti Aman. Sesanti tersebut selanjutnya dijadikan sebagai motto bagi prajurit Hubad dalam setiap melaksanakan tugas dimanapun mereka berada. Pada Tahun 2007 berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/103/V/2007 tanggal 23 Mei 2007, Dithubad menggunakan Baret Kecabangan Perhubungan berwarna hijau muda (spring green) dengan emblem berbentuk logo Kapota Yudha.